Meramu Komposisi Warna Pin Kayu


Pengecatan pin kayu, sebuah aktivitas yang mengasyikkan dan memakan waktu. Proses pewarnaan dilakukan setelah bahan pin kayu melalui proses-proses sebelumnya, hingga selesai dicat dasar.

Umumnya pin kayu dibuat berwarna-warni, meskipun ada juga yang menggunakan konsep sederhana; hitam putih misalnya. Nah, jika sudah larut tenggelam dalam proses pengecatan warna-warni yang ada, maka tak terasa waktu berlalu sementara kita terus berkutat dalam lapisan demi lapisan warna, coretan demi coretan, noktah demi noktah.

Komposisi warna pada dasarnya akan tergantung pada pengetahuan dasar tentang harmonisasi warna, dan tentunya hasil latihan yang berkelanjutan. Semakin sering latihan mengecat, makin terbiasa juga mencari paduan warna yang sesuai untuk setiap warna yang digunakan.

Ada belasan warna dasar yang dapat digunakan untuk menjadi unsur utama pewarnaan pin kayu. Beberapa warna lebih disukai daripada warna lainnya, misal biru muda, biru tua, merah, kuning, dan lainnya. Warna-warna cerah dan lembut juga lebih disukai daripada warna yang gelap dan 'suram'.

Paduan warna akan sangat berpengaruh terhadap penampilan akhir pin kayu. Warna dasar yang diberi motif dengan warna yang berdekatan, kadang menjadi kehilangan daya tariknya. Misalnya pin kayu huruf dengan warna dasar biru muda, diberi motif bunga-bunga kecil warna ungu muda (yang berdekatan intensitas warnanya) maka hasilnya kurang menarik jika dibandingkan jika diberi motif bunga berwarna kuning cerah.

Contoh paduan warna diatas berlaku juga untuk jenis pin lain, dan umumnya semakin besar ukuran pin kayu maka pewarnaannya pun akan semakin lama dan memerlukan bahan cat lebih banyak.

Pengecatan pin kayu dilakukan secara manual, dilukis tangan satu persatu, dan berproses dari satu lapisan ke lapisan berikutnya. Lapisan atau motif berikutnya baru dilakukan jika warna pertama (bagian dasar) sudah cukup kering untuk ditimpa warna motif hiasannya.

Post a Comment